Rabu, 04 Mei 2016

College Life #1



Halo, halo. Hai!

Soooooooo looooooong, too long, I've already missing my old me whose always have her time to sit for hours in front of her beloved red laptop and type this-that---everything.

Oke, jadi---*oke maaf, post ini engga sesuai janjiku yang tadinya mau nge-post tentang profil isi kelas SMA-ku*

Well, so here I am.

Setelah melewati segala macam aral melintang selama menjadi siswa kelas 12--ujian sekolah, ujian nasional, ujian ini, ujian itu, les tiap hari sampai malam, panitia buku tahunan, mikirin lulus atau engga, ngurus sisa-sisa hal yang tertinggal di sekolah, bersih-bersih kelas, pasang target ini itu untuk masuk universitas negeri, dan pastinya belajar-belajar-belajar buat tes masuk universitas atau yang biasa disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) karena semua orang tahu, SNMPTN atau jalur seleksi undangan ngga bisa diharapkan seratus persen.

Wah. Benar-benar setahun yang lalu, ya.
:")
Jadi merasa tua.
/no.

Singkat cerita, aku dapat warna merah di hasil pengumuman undanganku dan--oh yes, it breaks my heart so much. Sangat tidak menyangka akan begini hasilnya karena hanya aku yang mendaftar Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor dari SMA-ku. Lalu, ternyata hasil merah itu berdampak besar banget. Tentunya selain jadi cambukan dan tamparan keras buatku untuk berhenti bermalas-malasan, kedua orang tuaku juga jadi panik._.

Ayahku; yes, indeed. He was more panic than my mother.
Berkali-kali aku bilang: "Yah, nilaiku insya Allah bisa tembus FK. Jadi, aku mau daftar FK UNS."
But he said no.

Oke, aku nangis. Jelas. Aku udah ngga tahu harus daftar apa lagi. Untuk pilihan pertama, aku mau ambil jurusan dengan PG tertinggi dan yang aku minati: FK. Lalu dengan penolakan ayahku, aku bisa apa?

Sebenernya alasannya benar: mahasiswa kedokteran sudah terlalu banyak. Dan lagi, beliau memberikan kata-kata yang sempat nyaris membuat aku down. Beliau mengatakan kalau saat ini, yang berjuang untuk masuk PTN lewat jalur tes ngga hanya aku, tetapi juga ratus ribuan pendaftar yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang saat ini belajar di tempat les hingga larut malam atau belajar hingga benar-benar suntuk ngga hanya aku, tetapi juga ratus ribuan pendaftar lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Get real, sainganmu ada di seluruh Indonesia!

Aku tahu ayahku jauh, jauh, jauh lebih panik karena aku tidak diteria lewat jalur undangan. Aku paham sekali ayahku pasti ingin aku diterima lewat jalur tulis, karena, well, nobody wants their heart broken twice, kan?

Jadi, setelah konsultasi sana-sini, shalat Istikhoroh, minta petunjuk pada Allah, dan mempelajari kira-kira profesi apa yang akan aku senangi di masa depan, sampailah pada suatu titik----yang sebenarnya kembali lagi ke titik itu: Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor.

Kemudian, hari H yang ditunggu-tunggu pun datang. So crowded, benar-benar kesalahan besar kalau berangkat 30 menit sebelum tes dimulai. Macet parah! Aku sampai di tempat tesku sekitar lima-enam menit sebelum kami dipersilakan masuk ruangan. Ngga kebayang, kan, paniknya?

Lalu, tes pun dimulai. Soalnya... asfdghkasljdhahdhaslfhafasdabjdgary. Screw this, I'm so fucked up. Gila, ngga nyangka soalnya bakalan sesusah itu. Soal pengerjaannya... hehe, gitu deh. Can't tell, perasaanku kacau banget rasanya. Lepas mengerjakan semua sesi SBMPTN, aku pulang, dan----yes ofc, I cried! Baru sampai rumah dan ketika melihat wajah ibumu yang bertanya 'bagaimana' justru bikin kamu tambah ingin menangis. That's what I did. Aku sentuh pipi ibuku dan aku menangis. Aku ngga bilang apa-apa kecuali kata maaf.

Sisa hari itu aku lewati di kamar. No words. Kacau. Entah kenapa bayang-bayang pengumuman merah sudah terukir di kepalaku-ha!

Karena sudah yakin (mungkin) aku akan gagal lagi karena soalnya menyebalkan, aku bersyukur sempat daftar Ujian Tulis UGM atau semacam ujian masuk UGM, dengan prodi pilihan pertama sama seperti pilihan SBMPTN-ku, yaitu Gizi Masyarakat.

Then, finally that day was coming! 9 Juli 2015, pengumuman hasil SBMPTN.
Belum apa-apa dan aku udah menangis. Mungkin trauma karena pengumuman merah dua bulan yang lalu? Hahaha. But that was okay. My dad was right behind me, teased me to not being such a crybaby. Ibuku hanya tertawa, berkata semuanya akan baik-baik saja. Apapun hasilnya, itu keputusan yang paling baik dari Allah.

Insya Allah.


:')


 



KEMUDIAAAAAAAAN, DIMULAI MASA-MASA KULIAH YANG JAUH BERBEDA DENGAN KEHIDUPAN SMA.

Karena di IPB ada semacam tingkat penyetaraan untuk seluruh mahasiswa baru, yaitu PPKU atau Program Pendidikan Kompetensi Umum, aku harus belajar pelajaran-pelajaran SMA lagi selama satu tahun: means aku bakal ketemu Fisika dan Matematika yang mati-matian aku hindarin! :"

Selain tingkat penyetaraan, seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di asrama. :"
Entah deh, rasanya ini semua terlalu 'baru' buatku.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, diantar oleh kedua orangtuaku merantau.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku ditinggal di kota lain oleh ayah dan ibu.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, seperti kembali menjadi anak umur lima tahun yang cengeng karena hendak ditinggal ibunya pergi.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, rasanya sedih banget ketika melihat mobil yang berisi ayah dan ibu menjauh dari pandangan.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, dihadapkan pada kenyataan bahwa mulai detik itu, kamu adalah kamu yang hidup mandiri dan sendiri.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, all by your own.

Homesick, jelas. Hari-hari pertama di asrama masih sedikit diwarnai tangisan. Telepon dari ibu selalu membuat air mata jatuh, ngga tahu kenapa. Tapi ibuku selalu menyemangati walau malah menertawai aku yang masih saja cengeng.

"Kan kamu yang pilih mau kuliah di luar, Na. Harus kuat dong, semangat."

Of course. I choose my path here, Institut Pertanian Bogor. Sudah seharusnya aku bertanggung jawab atas pilihanku.

Sedikit demi sedikit, adaptasi deh dengan lingkungan sekitar. 

Kamarku di A3, Lorong 2, nomor 293. I've got 3 roommates, yang bisa aku katakan GILA! Mereka semua ternyata sama saja karakternya seperti aku, haha. Makanya, baru seminggu-dua minggu di sana, aku bisa cepat akrab dengan mereka. Yang pertama asal Jakarta, namanya Aminati Zuhriyah, jurusan Biologi. Yang kedua asal Medan, namanya Novensca Ayu Ulina, jurusan Teknologi Industri Pertanian, dan yang ketiga asal Bogor, namanya Harni Nadya Fasya, jurusan Manajemen Kehutanan. Ngga ngerti lagi, mereka semua koplak! :")

Kemudian, aku mulai adaptasi dengan rombongan kelasku yang baru, kelas T.04. Di kelas ini, dikumpulkan mahasiswa-mahasiswa dengan empat jurusan yang berbeda, dari empat fakultas yang berbeda pula. Ada mahasiswa jurusan Agronomi dan Hortikultura (my dad's almamater!) dari Fakultas Pertanian. Ada mahasiswa jurusan Kedokteran Hewan dari FKH, ada pula mahasiswa jurusan Biologi dari FMIPA. Dan terakhir, tak lain dan tak bukan yaitu jurusan Gizi Masyarakat dari Fakultas Ekologi Manusia.

Di awal-awal, aku masih (sok) malu-malu hehe. Berangkat kuliah tiap pagi bersama beberapa anak lorongku yang ternyata satu kelas denganku--setelah dikenalkan oleh Ami. Ada Anata Amalia dari Palu, ada Emah Himawati dari Pekalongan, ada Safira Asy-Syifa dari Depok dan Ucik Rokhmatin dari Madiun. They are so friendly! Bahkan sampai sekarang, kami masih dekat banget. Sayangnya, kami semua dari jurusan yang berbeda, di mana setelah masa PPKU berakhir, jelas kami akan berpisah huhuhu. Anata anak FKH, sementara Emah, Syifa dan Ucik anak AGH. :(

Biarpun awalnya masih (sok) malu-malu, sekarang aku malah dicap paling berisik sama mereka. Dicap 'begal' di kelas hanya karena aku asal Lampung, ngga logis banget deh anak-anak kelasku :')
Tapi, seisi kelas T04 yang jumlahnya lebih dari 100 orang ini asyik semua! Aku bersyukur banget bisa masuk kelas itu. Thanks to Ari dan Dhilla yang ternyata juga anak Lampung, aku jadi lebih mudah buat beradaptasi dan saling mengenal dengan seisi kelas. Memang lebih mudah akrab dengan teman yang satu daerah sih, hehehe. Tapi, makin hari---bahkan hingga hari ini yang notabene sisa waktu bersama kelas T04 hanya kurang lebih dua bulan lagi:"(---kami semua makin akrab. Aku suka banget dengan kelasku dan seluruh isinya, for sure!

Well, ini sudah jam tiga dini hari dan aku kuliah pukul tujuh hari ini.
Another post, aku akan usahakan secepat mungkin!
Tunggu post dengan judul College Life #2, ya! :p


Love,
Saff!

*well, so here are some pics for you!*

Gedung Kuliah PPKU: Common Class Room (CCR)

HOME SWEET HOME(?) (TvT)/

Asrama Putri. Fyi, asramaku yang di ujung kanan itu, A3.

Papermob pas masa ospek IPB: MPKMB

Acara asrama. Dari kiri paling depan: aku, Novensca, Ami, Nadya

Kiri-kanan: Nope, Nadya, aku. Ami ngacir(?)

Squad A3! Kiri-kanan: Ucik, Emah, aku, Anata

Abis praktikum kimia. Aku, Emah, Syifa, Anata.

Sabtu, 09 Mei 2015

ハッピ-- バ--スデ

Seems like I just can't let this day slipped away.
Sorry.

-
Happy 18th birthday, D-san.



Senin, 06 April 2015

Random Talks

HOLA~

So yeah, I really really really am bored of my life right now—study, study, study. And study.

Seminggu menjelang UN. Belajar terus-terusan ternyata bosan :’ padahal yaaa inilah saat-saat yang bener-bener nentuin……. Ngga juga sih, hehe. Baru inget kalo kelulusan diliat dari akumulasi nilai-nilai *termasuk UN juga sih-_-* dan ditentuin sama sekolah.

UN-ku modern banget, sementang sekarang udah zaman globalisasi yang majunya nggak nanggung-nanggung lagi. CBT, Computer-Based Test. Jadi, UN-nya nggak pake kertas-kertas kayak ujian biasa, nggak perlu bawa pensil 2B dan ngebulet-buletin di lembar jawaban. Cukup klik sana-sini, drag and drop, lalu selesai. Coretan memang masih perlu, tapi sayangnya soal udah nggak bisa dicoret-coret lagi kayak dulu.

Hmm, berhubung ini judulnya Random Talks, maka aku mau ngomongin semuanya randomly ah.

All the time being, my life is such a mess. A total mess, I say. 

Messy bukan berarti dalam hal yang secara nyata, tapi—serius, mentally. Kalau mau dibilang sejak postingan terakhir blog ini semuanya mulai berantakan, nggak juga sih. Yang jelas, akhir tahun kemarin aku sadar kalo tahun lalu itu benar-benar berakhir dengan sangat buruk. Limit senang-senangnya yah, pas aku ulang tahun. Setelah itu, oke---everything turned into its worst.

Susah-susahnya menata semuanya, ditambah setumpuk tugas-tugas bikpal yang sebenernya nggak ada hubungannya sama pelajaran UN sejak tahun 2015 dimulai, stress sampe nangis gara-gara terpaksa melakukan sesuatu yang seharusnya nggak dilakukan akibat sibuk jadi panitia buku tahunan, masalah-masalah tentang teman //Alhamdulillah udah solved deh yang satu ini :’)//, krisis kepercayaan sama orang-orang daaan semua pikiran tentang SNMPTN undangan, SBMPTN, UM-UM dkk----sulit dipercaya deh, semuanya sebentar lagi akan lewat.

Tapi  buat yang paling terakhir belom lewat :’’ Itu satu hal yang benar-benar mengerikan dan bikin stress seluruh anak kelas 3 SMA di dunia ini. Meh.

Meh.

Meh.

Oke.

At least, give it the best shot! Paling nggak, demi ujian terakhir di masa putih abu-abu ini, harus kasih yang terbaik supaya bisa dapat hasil yang terbaik juga. Semangat!!

Well, kupikir cukup sampai di sini random talks seminggu sebelum UN-nya. Untuk postingan selanjutnya, aku akan menuliskan profil teman-teman sekelasku //yang sebentar lagi akan saling berpisah T____T// yang nggak pernah berubah selama tiga tahun ini: Dementor, XII IPA 2!



See ya, soon! Ciao~
Saff:3